Struktur Partisi Di Linux

linuxPada artikel kali ini saya akan membahas tentang struktur partisi di Linux. Pada dasarnya, Linux hanya menekankan pada penggunaan 2 partisi, yaitu /root (atau biasa hanya dengan tanda / saja) dan /swap. Di Linux, kamu tidak akan lagi bertemu dengan yang namanya partisi C, D, dan seterusnya. Yang kamu temukan, paling umum hanya 2 partisi di atas (/root dan /swap), dan satu lagi partisi /home. 
Keterangan:
/root : Partisi ini merupakan partisi yang berisikan tentang semua file penting yang ada di Linux. Isitilah kasarnya, ini adalah file WINDOWS yang ada di partisi tempat kita menginstall Windows (folder WINDOWS-nya). Kita tidak akan bisa membuat folder baru, menyimpan file atau menyalin file ke partisi ini karena ya itu tadi, isinya merupakan sistem dari Linux nya. 😀

Bila ingin menginstall suatu program (biasa di Linux disebut dengan paket repository), maka secara tidak langsung, program itu akan terpasang di partisi ini, maka dari itu, bila membuat partisi /root, sebaiknya dipertimbangkan besarnya karena semakin banyak program yang di-install, bakal makin kecil deh kapasitas nih partisi. Kalo di Windows kan, kita tinggal install di partisi lain lalu, partisi Windows nya hanya terpakai sedikit untuk urusan registrasi program.

/swap : Saya sendiri kurang begitu tahu ini fungsinya untuk apa namun beberapa pendapat yang paling populer adalah jumlah kapasitasnya kurang lebih harus 2 kali lipat dari total RAM. Namun, apabila RAM kamu telah mencapai 1GB, maka, partisi /swap cukup dibuat 1024MB saja. Jika di Windows, semua ini udah terbentuk secara otomatis saat kita melakukan instalasi Windows. 

/home : Nah, partisi ini boleh dibuat, boleh juga tidak. Umumnya, jika orang tidak membuat partisi ini, maka direktori home ini akan otomatis berada di dalam partisi /root. Namun, bila kita membuat partisi ini, maka partisi ini akan terpisah dengan direktori /root. Fungsi tidak jauh berbeda, yaitu sebagai tempat kita menyimpan data-data kita. Jadi, jika suatu saat nanti kita harus melakukan install ulang, partisi ini tidak akan ikut terhapus dan kita tidak perlu repot-repot melakukan back up data.

Nah, untuk masalah ekstensi partisinya pun juga udah berbeda. Kalau di Windows biasanya kita berjumpa dengan ekstensi bertipe FAT32 atau NTFS. di Linux, kita hanya berjumpa dengan partisi EXT3, EXT4 dan juga SWAP.

Segitu saja. Semoga bahasan ini bermanfaat 😀

Berlangganan Artikel

Daftarkan email anda sekarang dan dapatkan update terbaru dari artikel saya

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Powered by Optin Forms

Tinggalkan Balasan